Senin, 02 Juli 2012

PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA ( Bagian 3 )

C. Asas Perhimpunan Indonesia Sebagai Manifesto Politik Pergerakan Nasional Sejak awal abad ke-20 telah banyak pemuda Indonesia yang belajar di negeri Belanda. Pada tahun 1908 mereka mendirikan organisasi Indische Vereeniging di negeri Belanda. Kedatangan tokoh Tiga Serangkai (dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Soewardi Soejaningrat, dan Dr. Douwes Dekker) yang dibuang ke negeri Belanda karena gerakannya dalam Indische Partij telah membuat warna, corak, dan misi Indische Vereniging menjadi lebih progresif dan berbau politik. Indische Vereeniging lalu mendirikan majalah Hindia Poetra dan melalui majalah tersebut para mahasiswa dapat menulis gagasan, ide-ide politik untuk dibaca kaum pergerakan di tanah air. Tahun 1922, Indische Vereniging diubah namanya menjadi Indonesische Vereeniging dengan tujuan dan gerakan yang sudah bersifat politis. Dalam perkembangan selanjutnya, Indonesische Vereeniging diubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia dan nama majalahnya diubah namanya menjadi Indonesia Merdeka. Perubahan nama tersebut dilakukan pada tahun 1924. Sedangkan tujuan Perhimpunan Indonesia dalam anggaran dasarnya dipertegas menjadi Indonesia Merdeka. Perhimpunan Indonesia dapat berperan aktif dalam pergerakan nasional di luar negeri dan dapat memberikan inspirasi serta dorongan moral kepada pergerakan nasional di dalam negeri. Di bawah pimpinan Moehammad Hatta, Perhimpunan Indonesia secara moral diakui sebagai front terdepan dalam pergerakan kebangsaan oleh PPPKI pimpinan Soekarno.

D. Gagasan Persatuan & Kesatuan dan Aktivitas Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
1. PPPKI (Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia)
  • Didirikan oleh PNI pada bulan Desember 1927
  • Ketua Ir. Soekarno
  • Organisasi yang bergabung dalam PPPKI adalah PNI, Syarikat Islam, Boedi Oetomo, Kaoem Betawi, Soematra Bond, Indonesische Studie Club, dan Algemene Studie Club
  • Tujuan PPKI : Mencapai persamaan arah dari berbagai massa aksi kebangsaan yang berasal dari berbagai perkumpulan dan menghindari perselisihan antar anggota yang dapat merugikan perjuangan bangsa
  • PPPKI memiliki kelebihan tertentu, yaitu nasionalis dan bertahan lama (1927-1939)
2. Konggres Pemuda
  • Sejak tahun 1926 muncul berbagai organisasi pemuda yang bersifat nasional, yaitu antara lain : PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang berdiri di Jakarta tahun 1926 serta didirikan oleh mahasiswa STOVIA dan Rechtschoogeschool dengan tujuan menggalang persatuan dari seluruh organisasi pemuda dan membentuk aksi untuk mencapai Indonesia merdeka dan PI (Pemuda Indonesia) berdiri tanggal 15 Agustus 1926 yang merupakan wadah baru bagi para pemuda yang mempunyai jiwa kebangsaan. Asas dan tujuan PI adalah menanamkan dan mewujudkan persatuan seluruh Indonesia atas dasar kebangsaan menuju kearah terciptanya Indonesia Raya.
  • Segenap organisasi pemuda bersepakat mengadakan Konggres Pemuda, yaitu : Konggres Pemuda I (30 April - 2 Mei 1926) yang berlangsung di Jakarta serta dipelopori PPPI dan Konggres Pemuda II (26-28 Oktober 1928) yang juga berlangsung di Jakarta. Hasil Konggres Pemuda II adalah Sumpah Pemuda, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Bendera Kebangsaan Merah Putih.
3. Parindra (Partai Indonesia Raya)
  • Didirikan pada tahun 1935
  • Pendiri dr. Soetomo
  • Merupakan gabungan dari PBI (Persatuan Bangsa Indonesia), Boedi Oetomo, dan Kaoem Betawi
  • Dalam perjuangannya bersifat kooperasi terhadap Belanda
  • Tujuan pendirian partai adalah mencapai Indonesia Raya
  • Gerakan partai yang terpenting adalah keluarnya Petisi Soetardjo yang diajukan kepada Pemerintah Kolonial Belanda tanggal 15 Juli 1936 dan berisi tuntutan pengakhiran kekuasaan Belanda di Indonesia. Petisi ini ditolak oleh Pemerintah Kolonial Belanda
4. Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia)
  • Didirikan di Jakarta pada tahun 1937
  • Pendiri Mr. Moehammad Yamin, Mr. Amir Syarifoedin, Mr. Sartono, dan Mr. Wilopo
  • Asas organisasi adalah kooperasi terhadap Belanda
  • Organisasi Gerindo bersifat nasional
5. MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia)
  • Didirikan pada tanggal 21 September 1937 di Surabaya
  • Pendiri adalah Haji Mas Mansoer (Moehammadijah) dan K.H. Wahab Chasboellah (Nahdhlatoel Oelama)
  • MIAI merupakan gabungan dari 13 organisasi Islam seperti Moehammadijah, Nahdhlatul Oelama, PSII, Al Irsyad, Partai Islam Indonesia, dan lain-lain
  • Pada awal berdirinya hanya bergerak di bidang keagamaan tetapi aklhirnya terjun di bidang politik dan menolak kolonialisme
  • MIAI mempunyai tugas menempatkan posisi yang layak bagi Islam dalam masyarakat Indonesia dan mengharmonisasikan Islam dengan kebutuhan perubahan jaman
  • Pada jaman pendudukan Jepang, MIAI dibubarkan dan digantikan organisasi Masyumi (Majelis Syoero Moeslimin Indonesia) sebagai satu-satunya organisasi yang boleh hidup pada masa penjajahan Jepang
6. BAPEPPI (Badan Perantaraan Partai-Partai Politik Indonesia) & GAPI (Gabungan Politik Indonesia)
  • BAPEPPI didirikan pada tahun 1938 sedangkan GAPI pada tahun 1939
  • Pada dasarnya kedua kelompok tersebut mempunyai tujuan yang sama dengan PPPKI
  • Pendirian organisasi atas dasar Petisi Soetardjo dari Parindra di Volksraad (Parlemen Hindia Belanda) yang menuntut kemerdekaan Indonesia ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Kolonial Belanda dan menjelang Perang Dunia II situasi internasional genting akibat meluasnya pengaruh Fasisme
  • Tujuan GAPI adalah kerjasama antar parpol tanpa mengurangi kebebasan partai
  • Kegiatan pokok GAPI adalah memperjuangkan agar Indonesia diberi Parlemen sejati
  • Tuntutan GAPI tersebut ditanggapi oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan membentuk suatu komisi yang dinamakan Komisi Visman yang dipimpin oleh Professor Visman. Tetapi hingga Jepang menjajah Indonesia hasil kerja komisi ini tidak jelas. Akibat dari hal tersebut kekecewaan bangsa Indonesia terhadap Belanda memuncak sehingga timbullah persepsi bahwa kemerdekaan harus diperjuangkan sendiri. Kekecewaan terhadap Pemerintah Kolonial Belanda membuat bangsa Indonesia tidak mau membantu Belanda dalam menghadapi Jepang yang berusaha menjajah Indonesia bahkan bangsa Indonesia menyambut Jepang dengan suka cita karena Jepang mempropagandakan bahwa kedatangannya ke Indonesia adalah membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa Barat dan memberikan kemerdekaan di kemudian hari.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international voip calls